
JAKARTA – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati bersiap memasuki babak baru. PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (Perseroda) resmi menandatangani nota kesepahaman dengan PT Dirgantara Indonesia (Persero) untuk mengembangkan kawasan Kertajati sebagai pusat industri kedirgantaraan nasional.
Penandatanganan yang dilaksanakan di Jakarta pada Rabu, 15 Juli 2026 tersebut disaksikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono. Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjadikan Kertajati sebagai salah satu pusat industri kedirgantaraan terintegrasi di Indonesia.
Pengembangan kawasan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari fasilitas pemeliharaan, perbaikan, dan perawatan pesawat atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO). Dalam jangka panjang, kawasan tersebut juga direncanakan memiliki hanggar pesawat, fasilitas manufaktur, aerostruktur, layanan rekayasa, logistik, hingga pengembangan pesawat tanpa awak.
Kertajati dinilai memiliki posisi strategis karena berada di kawasan Rebana yang terhubung dengan Tol Cisumdawu, Tol Cipali, Pelabuhan Patimban, serta sejumlah kawasan industri di Bekasi, Karawang, Purwakarta, Cirebon, dan wilayah Jawa Tengah. Konektivitas tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan rantai pasok industri berteknologi tinggi di Jawa Barat.
PT Dirgantara Indonesia menargetkan mulai memanfaatkan Bandara Kertajati pada Agustus 2026 untuk mendukung kegiatan uji terbang, peningkatan kesiapan armada, pengembangan pesawat N219, serta pesawat tanpa awak. Pada tahap berikutnya, sebagian fasilitas produksi PTDI juga direncanakan berpindah secara bertahap ke kawasan Kertajati.
Transformasi ini tidak hanya mengoptimalkan fungsi Bandara Kertajati, tetapi juga berpotensi menghadirkan investasi baru, membuka lapangan kerja, memperkuat keterlibatan UMKM lokal, serta menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi di Jawa Barat.
Melalui sinergi pemerintah, BUMN, BUMD, dan pelaku industri, Kertajati diproyeksikan menjadi pusat gravitasi baru industri aviasi Indonesia sekaligus memperkuat posisi Jawa Barat sebagai destinasi investasi strategis dan berdaya saing global.
Penulis: Humas



