Hero section image background

Jawa Barat Tawarkan 11 Proyek Investasi Senilai Rp2,07 Triliun kepada 120 Calon Investor di WJIR 2026

Jumat, 9 Oktober 2026

INVESTASI

4,1 rb

Postingan ini dilihat

0

Postingan ini dibagikan

Poster post Jawa Barat Tawarkan 11 Proyek Investasi Senilai Rp2,07 Triliun kepada 120 Calon Investor di WJIR 2026

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat terus memperkuat langkah strategis dalam mendorong investasi daerah melalui penyelenggaraan The 4th West Java Investment Roadshow (WJIR) 2026 di T-Tower Bank bjb, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Mengusung tema “Essential Infrastructures for Inclusive Investment”, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempertemukan proyek-proyek investasi potensial di Jawa Barat dengan calon investor dalam dan luar negeri, sekaligus membuka peluang kerja sama yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebagai rangkaian awal menuju The 8th West Java Investment Summit (WJIS) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang, WJIR 2026 menghadirkan 11 proyek investasi strategis dengan total nilai mencapai Rp2,072 triliun.

Proyek-proyek tersebut berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat, mencakup sektor infrastruktur dasar, kesehatan, perdagangan, pengelolaan lingkungan, penyediaan air bersih, hingga industri maritim.

Adapun 11 proyek investasi yang ditawarkan meliputi:

  1. Pengembangan Galangan Kapal Pabean Udik, Kabupaten Indramayu – Rp450 miliar.

  2. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Jasinga, Kabupaten Bogor – Rp418 miliar.

  3. Pengembangan Rumah Sakit Derwati, Kota Bandung – Rp367,8 miliar.

  4. KIA Center RS Umar Wirahadikusumah, Kabupaten Sumedang – Rp165 miliar.

  5. Pembangunan Pasar Pratama Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya – Rp127,7 miliar.

  6. Optimalisasi Ultrafiltrasi, Kota Banjar – Rp124,5 miliar.

  7. Revitalisasi Pasar Kosambi, Kota Bandung – Rp100 miliar.

  8. TPST Pasirbuluh, Kabupaten Bandung Barat – Rp83,5 miliar.

  9. Green Park RSUD Kota Bogor – Rp62 miliar.

  10. TPST Purbahayu, Kabupaten Pangandaran – Rp38,7 miliar.

  11. Penerangan Jalan Umum, Kabupaten Purwakarta – Rp13,3 miliar.

Melalui sesi business dialogue dan one-on-one meeting, para pemilik proyek memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan potensi, kelayakan, serta skema kerja sama investasi secara langsung kepada calon investor.

Kegiatan ini menarik perhatian sekitar 120 calon investor, termasuk perwakilan dari Australia, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan Filipina. Forum tersebut juga melibatkan berbagai asosiasi dunia usaha nasional, di antaranya Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, menekankan pentingnya kesinambungan antara promosi investasi dan realisasi proyek. Upaya menarik minat investor perlu diikuti dengan fasilitasi, komunikasi, serta pendampingan yang berkelanjutan agar peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti menjadi investasi nyata.

Melalui penyelenggaraan WJIR 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak hanya memperkenalkan potensi investasi daerah, tetapi juga memperkuat konektivitas antara pemerintah daerah, pemilik proyek, dan pelaku usaha dalam menciptakan ekosistem investasi yang semakin kolaboratif.

Investasi pada berbagai sektor strategis tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan infrastruktur, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, hingga penciptaan lapangan kerja dan pengembangan ekonomi daerah.

DPMPTSP Provinsi Jawa Barat bersama Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat promosi dan fasilitasi investasi sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Think Investment, Think West Java.

No Complaint, More Investment.

Penulis: Humas