Hero section image background

Jawa Barat Siapkan 46 Proyek Strategis dan 44 Kawasan Industri Siap Pakai dalam SIBS 2026

Kamis, 25 Juni 2026

INVESTASI

5,4 rb

Postingan ini dilihat

0

Postingan ini dibagikan

Poster post Jawa Barat Siapkan 46 Proyek Strategis dan 44 Kawasan Industri Siap Pakai dalam SIBS 2026

 

BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat menyiapkan 46 proyek strategis, potensi investasi unggulan, serta 44 kawasan industri siap pakai untuk ditawarkan dalam rangkaian Selangor International Business Summit (SIBS) 2026.

Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, menyampaikan bahwa keikutsertaan Jawa Barat dalam ajang tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring investasi, memperkuat kerja sama ekonomi regional, serta membuka peluang kolaborasi antara pelaku usaha Jawa Barat dan Malaysia.

Sebanyak 46 proyek yang disiapkan mencakup berbagai sektor unggulan, mulai dari kedirgantaraan, perkeretaapian, otomotif, industri kreatif, energi dan energi terbarukan, kawasan industri, teknologi, pariwisata kesehatan, agrikultur, infrastruktur, hingga hilirisasi.

Beberapa proyek yang turut disiapkan antara lain pengembangan kawasan Kertajati, Patimban, LRT Bandung, Waste-to-Energy TPPAS Regional Cirebon Raya, Kawasan Industri Majalengka, Start-up Agrivision, Sari Medika Resort, Tasikmalaya Palm Sugar Industry Center, serta Sistem Penyediaan Air Patimban.

Selain proyek strategis, Jawa Barat juga menawarkan 44 kawasan industri yang telah berstatus siap pakai atau clean and clear. Kawasan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Bekasi, Bogor, Sukabumi, Purwakarta, Karawang, Subang, Indramayu, Majalengka, dan Sumedang.

Dari total kawasan industri tersebut, 24 kawasan telah difasilitasi skema KLIK atau Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi. Melalui fasilitas ini, investor yang masuk ke kawasan industri dapat lebih cepat memulai pembangunan karena sejumlah aspek perizinan dasar telah dipersiapkan sebelumnya.

Dedi Taufik menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperkuat iklim investasi yang aman, tertib, dan kompetitif. Salah satunya melalui penguatan sistem perizinan berbasis digital, optimalisasi Online Single Submission (OSS), serta dukungan terhadap pencegahan praktik pungutan liar dan premanisme yang dapat menghambat kegiatan usaha.

Dalam aspek ketenagakerjaan, Pemprov Jawa Barat juga mendorong penggunaan kanal resmi ketenagakerjaan daerah, termasuk aplikasi Nyari Gawe, agar proses pemenuhan tenaga kerja dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan terintegrasi.

Komitmen tersebut turut diperkuat dengan hadirnya Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2025 tentang Kemudahan Berusaha dan Kemudahan Investasi. Regulasi ini menjadi salah satu dasar penguatan kepastian berusaha di Jawa Barat.

Dari sisi infrastruktur, Jawa Barat memiliki dukungan konektivitas yang kuat melalui jaringan jalan tol eksisting seperti Cikampek, Jagorawi, Bocimi, Cipali, Cipularang, Purbaleunyi, dan Cisumdawu, serta rencana pengembangan jaringan lainnya seperti Japek 2, Tol Patimban, dan Cigatas.

Melalui SIBS 2026, Jawa Barat menargetkan masuknya investasi dari Malaysia hingga Rp50 triliun. Selain menarik investasi ke Jawa Barat, forum ini juga diharapkan menjadi pintu bagi pelaku usaha, industri, dan UMKM Jawa Barat untuk memperluas akses pasar ke Malaysia.

DPMPTSP Jawa Barat bersama KADIN, pelaku usaha, dan UMKM dari berbagai sektor akan terus melakukan kurasi dan penjajakan business matching agar peluang kerja sama yang dibangun dapat menghasilkan realisasi investasi yang konkret.

Keikutsertaan Jawa Barat dalam SIBS 2026 menjadi bagian dari strategi besar dalam mengejar target investasi tahun 2026 sebesar Rp314 triliun, baik dari Penanaman Modal Asing maupun Penanaman Modal Dalam Negeri.

Dengan potensi proyek yang beragam, kawasan industri siap pakai, dukungan infrastruktur, serta kepastian regulasi, Jawa Barat terus memperkuat posisinya sebagai salah satu tujuan utama investasi di Indonesia.

Penulis: Humas