Hero section image background

Jawa Barat Mendominasi Investasi Nasional 2026

Selasa, 20 Oktober 2026

INVESTASI

1,6 rb

Postingan ini dilihat

0

Postingan ini dibagikan

Poster post Jawa Barat Mendominasi Investasi Nasional 2026

 

BANDUNG, 22 Oktober 2026 – Provinsi Jawa Barat kembali menunjukkan kinerja investasi yang positif dengan mencatatkan realisasi investasi tertinggi secara nasional pada Triwulan III Tahun 2026. Sepanjang periode Juli hingga September 2026, realisasi investasi Jawa Barat mencapai Rp91,0 triliun atau berkontribusi sebesar 17,2 persen terhadap total realisasi investasi nasional.

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), capaian tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp54,3 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp36,7 triliun.

Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu tujuan utama investasi di Indonesia, didukung oleh potensi industri, infrastruktur strategis, serta ekosistem usaha yang terus berkembang.

Tidak hanya mencatatkan nilai investasi yang tinggi, realisasi investasi pada Triwulan III 2026 juga berkontribusi terhadap penyerapan sebanyak 152.116 tenaga kerja di Jawa Barat. Capaian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan investasi turut memberikan manfaat nyata melalui pembukaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas perekonomian daerah.

Realisasi Investasi Januari–September 2026 Tembus Rp229,1 Triliun

Kinerja investasi Jawa Barat sepanjang tahun 2026 menunjukkan perkembangan yang positif. Pada Triwulan I, realisasi investasi mencapai Rp76,8 triliun, terdiri atas PMA sebesar Rp50,5 triliun dan PMDN Rp26,3 triliun.

Selanjutnya, pada Triwulan II 2026, realisasi investasi tercatat sebesar Rp61,3 triliun, dengan rincian PMA Rp34,4 triliun dan PMDN Rp26,9 triliun. Dengan demikian, akumulasi realisasi investasi selama Semester I 2026 mencapai Rp138,1 triliun.

Memasuki Triwulan III, realisasi investasi meningkat menjadi Rp91,0 triliun. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 48,5 persen dibandingkan Triwulan II 2026 sekaligus menjadi realisasi investasi triwulanan tertinggi Jawa Barat sepanjang tahun berjalan.

Dengan tambahan tersebut, total realisasi investasi Jawa Barat sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai Rp229,1 triliun, terdiri atas PMA sebesar Rp139,2 triliun dan PMDN sebesar Rp89,9 triliun.

Khusus investasi asing, Jawa Barat mencatatkan realisasi PMA tertinggi secara nasional selama periode Januari–September 2026, dengan kontribusi mencapai 17,9 persen terhadap total realisasi PMA Indonesia.

Capaian tersebut mencerminkan kuatnya kepercayaan investor internasional terhadap potensi ekonomi, daya saing industri, dan prospek pengembangan usaha di Jawa Barat.

Dari sisi pencapaian target, realisasi investasi hingga September 2026 telah mencapai sekitar 82,7 persen dari target investasi Jawa Barat tahun 2026 sebesar Rp276,88 triliun. Dengan demikian, masih terdapat sekitar Rp47,78 triliun yang perlu direalisasikan pada Triwulan IV untuk memenuhi target tahunan tersebut.

KDM Tekankan Percepatan Perizinan dan Infrastruktur Investasi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa tingginya realisasi investasi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan, percepatan proses perizinan, serta kesiapan infrastruktur pendukung kegiatan usaha.

“Perizinan harus cepat, infrastruktur harus dibangun dengan baik,” tegas Dedi Mulyadi di Bandung, Selasa (20/10/2026), sebagaimana dikutip dari pemberitaan ANTARA.

Menurutnya, keberhasilan menarik investasi tidak hanya bergantung pada potensi ekonomi daerah, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur yang mampu menunjang kegiatan industri, mulai dari akses jalan tol, jaringan listrik, telekomunikasi, pasokan gas, hingga ketersediaan air bersih.

Kawasan industri di Bekasi dan Karawang, serta pengembangan kawasan Rebana yang mencakup Subang dan wilayah sekitarnya, menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem industri dan manufaktur Jawa Barat.

Selain kesiapan infrastruktur, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memberikan perhatian terhadap penyelesaian berbagai hambatan investasi. Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan komitmennya untuk mendampingi pelaku usaha melalui koordinasi dengan berbagai instansi, termasuk kementerian terkait, guna mempercepat penyelesaian kendala investasi.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa keberhasilan investasi tidak semata-mata diukur berdasarkan besarnya modal yang masuk, melainkan juga dari manfaat ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat. Penyerapan tenaga kerja, peningkatan aktivitas usaha, dan kontribusi terhadap pendapatan daerah menjadi bagian penting dalam mewujudkan investasi yang berkualitas.

Perkuat Iklim Investasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat

Sejalan dengan arahan Gubernur, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat terus mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif melalui peningkatan kualitas pelayanan perizinan, penguatan fasilitasi penanaman modal, serta koordinasi penyelesaian berbagai hambatan yang dihadapi pelaku usaha.

Optimalisasi pelayanan perizinan dan peningkatan kepastian berusaha menjadi langkah strategis untuk menjaga kepercayaan investor, sekaligus meningkatkan daya saing Jawa Barat sebagai daerah tujuan investasi.

Capaian realisasi investasi sebesar Rp91,0 triliun pada Triwulan III 2026, serta akumulasi Rp229,1 triliun sepanjang Januari–September 2026, menjadi momentum penting bagi Jawa Barat untuk terus memperkuat pertumbuhan investasi hingga akhir tahun.

Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, Jawa Barat diharapkan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan investasi, mencapai target tahun 2026, serta memastikan investasi yang masuk memberikan dampak nyata bagi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Sumber: Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Data Realisasi Investasi Triwulan III Tahun 2026; DPMPTSP Provinsi Jawa Barat; ANTARA News dan Pikiran Rakyat, 20–21 Oktober 2026.

Penulis: Humas