
BANDUNG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat telah merampungkan rangkaian site visit terhadap 12 proyek terbaik West Java Investment Challenge (WJIC) 2026.
Site visit menjadi salah satu tahapan penting dalam proses kurasi WJIC 2026 untuk memastikan proyek yang ditawarkan tidak hanya memiliki potensi investasi di atas dokumen, tetapi juga didukung kesiapan nyata di lapangan.
Sebanyak 12 proyek tersebut sebelumnya terpilih dari 31 usulan proyek yang diajukan oleh 20 pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat. Proyek yang masuk tahap site visit berasal dari berbagai sektor pelayanan dasar dan infrastruktur strategis, mulai dari pengembangan pasar, rumah sakit, pengelolaan sampah, penyediaan air minum, penerangan jalan umum, hingga galangan kapal.
Dalam rangkaian kunjungan lapangan, tim melakukan pendalaman terhadap berbagai aspek proyek, antara lain kesiapan dan status lahan, kondisi eksisting, infrastruktur pendukung, aspek teknis, model bisnis, serta berbagai faktor yang mendukung terpenuhinya prinsip Clean and Clear (CnC).
Site visit juga menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif pemerintah daerah sebagai project owner dengan kebutuhan pasar, calon investor, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan demikian, proyek dapat memperoleh masukan secara langsung untuk memperkuat kesiapan sebelum ditawarkan kepada investor.
Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, proses tersebut menjadi bagian dari upaya Jawa Barat untuk menghadirkan proyek investasi yang semakin matang, terukur, dan memiliki daya tarik kuat bagi investor.
“Yang kita dorong bukan hanya banyaknya proyek yang ditawarkan, tetapi kualitas dan kesiapan proyeknya. Kita ingin memastikan ketika proyek dipertemukan dengan investor, informasi yang dibutuhkan sudah semakin lengkap, lahannya jelas, skema bisnisnya terbaca, dan proyek tersebut memiliki peluang untuk direalisasikan,” ujarnya.
Sejumlah proyek dalam rangkaian site visit juga mulai mendapatkan respons dari sektor pembiayaan. Pada kunjungan proyek Pasar Kosambi Kota Bandung, misalnya, dilakukan penandatanganan Letter of Intent antara Bank Mandiri dan Perumda Pasar Juara Kota Bandung. Sementara pada proyek RSUD Kota Bogor, penjajakan pengembangan proyek turut diperkuat melalui komitmen awal bersama Bank Syariah Indonesia.
Rangkaian site visit merupakan kelanjutan dari proses kurasi WJIC 2026 yang tahun ini mengusung tema “The Blue-Green Horizon: Investing in West Java’s Future Basic Services”. Tema tersebut menegaskan fokus Jawa Barat untuk mendorong investasi pada sektor pelayanan dasar sekaligus pembangunan yang berkelanjutan.
Setelah rangkaian site visit terhadap 12 proyek selesai dilaksanakan, proses WJIC 2026 akan berlanjut pada pendalaman dan penilaian untuk menentukan proyek-proyek terbaik yang akan mendapatkan penguatan lebih lanjut.
Proyek terpilih nantinya diarahkan agar semakin memenuhi prinsip Investment Project Ready to Offer (IPRO), sehingga dapat dipromosikan secara lebih luas dan dipertemukan dengan calon investor potensial dalam rangkaian promosi investasi Jawa Barat, termasuk West Java Investment Summit (WJIS) 2026.
Melalui kolaborasi DPMPTSP Jawa Barat dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, WJIC diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi proyek investasi. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun pipeline proyek investasi Jawa Barat yang berkualitas, bankable, dan siap direalisasikan.
Dengan proyek yang semakin matang, investasi yang masuk diharapkan mampu memberikan multiplier effect terhadap perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Barat.
Penulis: Humas



