Hero section image background

AKSARA Jabar 2026 Dorong UMKM Cirebon Naik Kelas dan Perluas Pasar

Rabu, 9 September 2026

INVESTASI

2,8 rb

Postingan ini dilihat

0

Postingan ini dibagikan

Poster post AKSARA Jabar 2026 Dorong UMKM Cirebon Naik Kelas dan Perluas Pasar

 

KOTA CIREBON — Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat terus mendorong penguatan ekosistem kewirausahaan daerah melalui program AKSARA (Akselerasi Wirausaha) Jawa Barat 2026.

Salah satu rangkaian Regional Offline AKSARA Jabar 2026 dilaksanakan di Ruang Prabayaksa, Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, ekonomi kreatif, platform digital, perdagangan, fesyen, kesehatan, pendidikan, akomodasi, industri hingga pertanian.

Kepala DPMPTSP Jawa Barat, Dedi Taufik, mengatakan AKSARA menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mempercepat pertumbuhan kewirausahaan sekaligus mendorong pelaku UMKM agar semakin kuat dan mampu naik kelas.

Menurut Dedi, potensi lokal harus menjadi kekuatan utama dalam membangun ekonomi daerah. Pelaku usaha tidak cukup hanya memiliki produk yang baik, tetapi juga harus mampu memperkuat model bisnis dan menemukan pasar yang tepat.

“Bagaimana kita mengembangkan potensi-potensi lokal, atau istilahnya gaspol, gunakan potensi lokal,” ujar Dedi.

Karena itu, pendampingan dalam AKSARA tidak berhenti pada penyampaian materi. Pelaku usaha juga perlu dipertemukan dengan pasar, jejaring bisnis, serta peluang kolaborasi yang dapat membuka akses lebih luas bagi produk-produk daerah.

Produk lokal dari Cirebon maupun wilayah lain di Jawa Barat diharapkan tidak hanya berputar di pasar lokal, tetapi mampu menembus pasar antardaerah bahkan lebih luas.

Dedi juga mendorong agar kebutuhan dalam berbagai kegiatan, termasuk belanja pemerintah yang memungkinkan, dapat semakin banyak memanfaatkan produk lokal. Langkah tersebut dapat menjadi stimulus sekaligus sarana promosi bagi UMKM untuk meningkatkan eksposur produknya.

Lebih dari sekadar membangun usaha, AKSARA diarahkan untuk melahirkan wirausaha yang mampu menciptakan nilai tambah dan membuka peluang kerja baru.

Ketika sebuah usaha berkembang, kebutuhan terhadap tenaga kerja, pemasok, distribusi, hingga sektor pendukung lainnya ikut meningkat. Pertumbuhan UMKM pun pada akhirnya diharapkan memberikan multiplier effect terhadap perekonomian daerah.

“Harapannya, Jawa Barat memiliki semakin banyak wirausaha baru yang naik kelas. Ketika usaha berkembang, maka akan muncul kebutuhan tenaga kerja baru dan pada akhirnya memberikan dampak terhadap perekonomian daerah,” kata Dedi.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyambut baik penyelenggaraan Regional Offline AKSARA Jabar 2026 di Kota Cirebon. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dan memberikan ruang lebih besar bagi UMKM untuk berkembang.

Kota Cirebon dinilai memiliki posisi strategis dengan aktivitas perdagangan dan jasa yang terus berkembang. Potensi kewirausahaan juga tumbuh pada berbagai sektor, mulai dari kuliner, perdagangan, ekonomi kreatif, jasa hingga usaha berbasis inovasi.

Namun, agar mampu naik kelas, pelaku usaha membutuhkan lebih dari sekadar tambahan modal. Penguatan tata kelola usaha, pencatatan keuangan, legalitas, perencanaan bisnis, akses pembiayaan, pendampingan, jejaring hingga kemampuan membaca pasar menjadi bagian penting untuk membangun bisnis yang berkelanjutan.

Melalui AKSARA Jabar 2026, kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, mentor dan dunia usaha diharapkan terus diperkuat. Tujuannya bukan hanya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, tetapi juga membuka akses pasar, memperluas jejaring bisnis dan mendorong lahirnya wirausaha baru yang mampu tumbuh serta menciptakan lapangan kerja di Jawa Barat.

Penulis: Humas