
Bandung — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat kembali memperkuat upaya promosi investasi internasional melalui kegiatan West Java Global Connect Series – South Korea 2026 yang diselenggarakan pada 21 April 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menarik minat investor global, khususnya dari Korea Selatan, untuk berinvestasi di berbagai sektor unggulan di Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Koordinator Tim Promosi dan Hilirisasi Investasi DPMPTSP Jawa Barat, Siti Nur Huda, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, termasuk Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Korea Selatan dan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kepala DPMPTSP Jawa Barat, Dedi Taufik, yang berhalangan hadir karena agenda lainnya.
Jawa Barat Tetap Jadi Primadona Investasi Nasional
Dalam paparannya, Jawa Barat kembali menegaskan posisinya sebagai provinsi dengan realisasi investasi tertinggi di Indonesia selama lima tahun terakhir. Pada tahun 2025, total realisasi investasi mencapai Rp296 triliun atau sekitar USD 18 miliar, dengan kontribusi sebesar 15,4% terhadap investasi nasional.
Sektor manufaktur masih menjadi tulang punggung investasi dengan kontribusi lebih dari 63%, diikuti sektor real estat, informasi dan komunikasi, serta perdagangan dan jasa.
Infrastruktur dan Lokasi Strategis Jadi Daya Tarik
Jawa Barat dinilai memiliki keunggulan kompetitif dari sisi lokasi dan infrastruktur. Dengan jumlah penduduk lebih dari 50 juta jiwa dan didominasi usia produktif, provinsi ini menjadi pusat industri strategis di Indonesia.
Aksesibilitas juga semakin meningkat dengan hadirnya Kereta Cepat Whoosh yang menghubungkan Jakarta–Bandung dalam waktu sekitar 45 menit. Selain itu, didukung oleh Pelabuhan Patimban, Bandara Internasional Kertajati, serta jaringan jalan tol utama seperti Cipali dan Cisumdawu, menjadikan logistik dan distribusi semakin efisien.
Korea Selatan Jadi Salah Satu Investor Utama
Korea Selatan tercatat sebagai salah satu investor terbesar di Jawa Barat. Sepanjang tahun 2025, nilai investasi Korea Selatan mencapai lebih dari Rp11 triliun atau sekitar USD 639 juta, dengan dominasi sektor manufaktur lebih dari 92%.
Salah satu investasi strategis berasal dari perusahaan HLI Green Power yang bergerak di industri baterai kendaraan listrik (EV), serta Hyundai Motor Indonesia yang telah membangun fasilitas produksi di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Investasi ini memperkuat ekosistem industri kendaraan listrik di Jawa Barat.
Pengembangan Wilayah Berbasis Potensi Unggulan
Dalam rangka mendorong pemerataan investasi, Jawa Barat telah membagi wilayah pengembangan berdasarkan potensi unggulan, yaitu:
- Bodebekpunjur–Karpur sebagai pusat industri utama
- Kawasan Rebana sebagai pusat pertumbuhan industri baru dan sektor kelautan
- Jawa Barat Selatan (Arumanis) untuk sektor pertanian, perkebunan, dan energi terbarukan
- Kawasan Bandung Raya sebagai pusat industri kreatif dan inovasi perkotaan
Ajak Investor Eksplorasi Peluang di Jawa Barat
Melalui forum ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara terbuka mengundang investor Korea Selatan untuk menjajaki berbagai peluang investasi yang telah disiapkan.
DPMPTSP Jawa Barat juga menegaskan komitmennya dalam memberikan pendampingan penuh kepada investor, mulai dari tahap perencanaan hingga realisasi investasi.
Sebagai penutup, para investor turut diundang untuk menghadiri agenda tahunan West Java Investment Summit sebagai ajang lanjutan untuk memperluas kerja sama investasi.
“Think Investment, Think West Java,” menjadi pesan utama yang kembali ditegaskan dalam kegiatan ini sebagai representasi komitmen Jawa Barat dalam menciptakan iklim investasi yang kompetitif dan berkelanjutan.
Penulis: Humas



